WEBSITE HEADER 2-01.png
CONTACT US
  • PK Entertainment

The Art of Monotasking



Living in the 21st century terasa seperti harus mengerjakan simple everyday tasks dalam waktu dan energi yang terbatas serta deadline yang sedang menghantui kita. Kondisi ini menunjukkan kapabilitas kita dalam multitasking dengan berbagai job descriptions. Either you’re doing the labor work of social media posting, designing the content, or creating captions as your task, ini sudah menjadi standar sebuah pencapaian sebagai seorang individu.


Apalagi ketika dikejar oleh waktu, semakin sulit untuk fokus dengan satu hal karena harus mengerjakan semuanya sekaligus. Sehingga, tingkat stres semakin meningkat, seringkali melakukan kesalahan kecil, dan mudah kewalahan atas semua pekerjaan yang dilakukan secara serentak. Ketika ini menjadi kebiasaan, kamu mudah terdistraksi dan harus micromanage dari hal-hal kecil. Semakin padat, semakin sulit untuk mengembangkan potensi kamu dalam satu bidang saja.


But, sometimes it doesn’t have to be this way! Alih-alih multitasking dapat menyelesaikan semua pekerjaan dan dikatakan produktif, namun melakukan pekerjaan satu per satu dengan cara monotasking lebih efektif dan dapat meningkatkan kinerja kamu. Yuk, simak bagaimana kamu bisa memulai monotasking!


1. Set your boundaries and schedule your workflow

Monotasking rasanya seperti sedang main game di PC atau HP kamu. Kamu diminta untuk menyelesaikan misi dengan mengerjakan tugas-tugas kecil dalam kurun waktu sedikit. Sehingga, kamu dipaksa untuk mengalihkan fokus agar semua pekerjaan kamu selesai.


Dengan melakukan monotasking, pekerjaan ini membutuhkan fokus dan konsentrasi yang kuat agar bisa mencapai hasil yang terbaik. Kamu dapat belajar untuk memprioritaskan pekerjaan dan merencanakan tugas-tugas yang ingin diselesaikan dini hari. Misalnya, kamu dapat menyelesaikan satu pekerjaan dalam waktu sejam. Kamu dapat menyisihkan waktu istirahat selama 15 menit untuk melakukan pekerjaan selanjutnya. Sehingga, kamu dapat menentukan boundaries sendiri kapan waktu bekerja dan istirahat.


2. Jauhkan diri dari media sosial dan HP

Salah satu godaan terbesar dalam melakukan pekerjaan adalah ketika kita merasa terdistraksi sambil scroll feed di Instagram. Pada akhirnya, tugas-tugas yang harus diselesaikan dengan deadline diabaikan. Maka, jauhkan ponselmu agar bisa memaksimalkan produktivitas. Jika ada teman atau coworker yang ingin mengajak kamu ngobrol, kamu bisa meminta untuk berbicara di lain waktu. Kamu dapat menyalakan mode ‘Do Not Disturb’ atau set jam screen time yang pas agar tidak terlalu sering melihat notifikasi dan berita terupdate di dunia virtual.


3. Gunakan waktu istirahat secara maksimal

This is probably the best time in the day where you can have your own me time after a long day at work. Sebenarnya, menggunakan waktu istirahat sepenuhnya juga salah satu bentuk dalam monotasking. Either kamu sedang makan atau nonton Netflix, kamu tetap menikmati momen tersebut agar dapat menampung semua recharged energy.


Selain melatih diri untuk monotasking, stay tuned for our next article on things you could do on a social media break! Remember, to always stay safe!






6 views0 comments