WEBSITE HEADER 2-01.png
CONTACT US
  • PK Entertainment

Isi Hati Seorang Procrastinator yang Ingin Berhenti Menundakan Pekerjaan



Seorang procrastinator tahu bahwa frase “I don’t have enough time” bukan alasan untuk mengulurkan waktu. As long as you put in the work, kamu dapat menyelesaikan pekerjaan dengan mudah. Selebihnya, semua tergantung bagaimana kita bisa manage waktu untuk menyelesaikan pekerjaan. Tidak semudah itu, ferguso!


Sebenarnya, bukan masalah time-management yang menjadi kendala bagi kaum procrastinator yang suka mengulurkan waktu. Lebih, tentang dealing with the inner emotions that kept rambling through our minds. Ada momen dimana selalu kepikiran “emangnya aku credible untuk melakukannya?” atau “aku tidak suka pekerjaannya” sehingga mempengaruhi mood untuk mengerjakannya. Yuk, simak semua pikiran dan perasaan seorang procrastinator dan bagaimana bisa mengatasi masalah ini!


“I want it to be perfect”

Double trouble untuk seorang perfeksionis dan procrastinator karena selalu ingin mengerjakannya dengan baik. Akan tetapi, there is no such thing as perfect. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan the worst case scenario yang akan terjadi. Untung kamu sudah memikirkan hal paling buruk yang akan terjadi, sehingga kamu sudah prepare solusi untuk kedepannya. Akan tetapi, don’t dwell on it too much karena hanya sebuah pikiran yang kamu dapat singkirkan. Kamu dapat list-down setiap langkah dari worse case scenario kamu untuk mendapatkan the best case scenario!


“I have everything in mind but I don’t know where to start?”

Ketika seorang yang sering mengulurkan pekerjaan excited dengan project yang menggiurkan, rasanya otak bekerja dengan kecepatan 120 km/jam. Pada akhirnya, ada rasa overwhelming feeling yang menjadi malas untuk mengerjakannya. Satu tips dan trick yang sering dilakukan adalah untuk mencatat semua ide sebelum kamu lupa. Once, kamu sudah kehabisan ide, catatan kamu menjadi kompas untuk menghajarkan rasa bersalah akan menundakan waktu.


“I blame myself whenever this happens”

Menjadi seorang procrastinator akan terus merasa bersalah dan orang paling “berdosa” di dunia karena dibilang pemalas dan selalu mencari distraksi. Padahal, banyak waktu untuk menyelesaikannya. Accept this feeling and talk to yourself about it because this is just a phase. Ini adalah hal yang telah kamu pernah lalui dan kamu tahu betul apa bahwa kamu telah menyelesaikan pekerjaannya dengan yang terbaik.


So, it’s totally okay for you to feel the procrastination happening through your bones. Take everything one step at a time from dealing with your inner emotions, to accepting that it’s there and start with whatever you can. Good luck!

19 views0 comments