WEBSITE HEADER 2-01.png
CONTACT US
  • PK Entertainment

5 Love Language Dalam Digital Marketing


Kamu mungkin familiar dengan five love languages yang diterapkan ke dalam hubungan. Sebuah konsep oleh Gary Chapman tentang bagaimana setiap individu memiliki bahasa komunikasi berbeda kepada setiap hubungan.


Tak hanya diaplikasikan ke dalam hubungan intimate dan terdekat saja, brand dapat mengisyaratkan love language-nya terhadap pelanggannya atau followers sebagai salah satu digital marketing tool dalam media sosial.


Yuk, simak love languages dalam membangun komunitas dalam sebuah brand.


1. Words of Affirmation

Love language ini berekspresi dalam kata-kata seperti memberikan semangat atau pujian. Ketika seseorang memiliki words of affirmation sebagai love language-nya, mereka akan merasakan validated secara emosi. Jika pelanggan kamu gemar dengan tipe love language ini, try giving them a shout out to your Instagram feed or story.


Jika mereka telah upload produk atau servis kamu ke profile page mereka, berikan komentar yang mendukung untuk tetap engaging followers kamu. You could even hit a message to their DMs giving thanks for their endless support.


2. Physical Touch

Now, how is this even possible to give when it’s digitised? Simple! Meski berkomunikasi secara fisik biasanya dilakukan dengan memegang tangan atau memeluk, salah satu kunci yang diraih ketika mendapatkan love language ini adalah sebuah rasa kehangatan dan keeratan sebuah hubungan. So, why not make it a personal touch?


Kamu bisa menghasilkan produk atau service yang dikemas dengan sangat menarik dan manis. Salah satu contohnya seperti memiliki customized products or service sesuai dengan pelanggan kamu seperti membuat ukiran nama mereka kepada produk yang akan dibeli. Sometimes, kamu pun bisa mengadakan pertemuan dan mengenal mereka lebih dalam lagi agar sesuai dengan customization-nya.


3. Quality Time

Tipe love language ini mengharuskan kamu untuk memberikan perhatian penuh tanpa ada distraksi terhadap orang yang dibutuhkan. Bagi mereka, ini adalah salah satu upaya lebih dalam meluangkan waktu pribadamu dan engage lebih untuk hadir di kehidupan mereka.


Cara termudah untuk memberikan quality time adalah melakukan sesi live lewat Instagram. Ketika kamu dapat engage dengan followers kamu dengan mengadakan sesi Q&A akan timbul komunikasi dari dua belah pihak.


4. Acts of Service

It’s always nice to do something for someone else without expecting anything in return. Tipe love language ini dapat amp up your game untuk melakukan hal lebih ekstra bagi pelanggan kamu. Salah satu love language tercepat jika ingin mengembangkan loyalitas kepada bisnis brand kamu. Namun, sebenarnya tidak sesulit itu kok.


Salah satu contoh yang sudah sering diaplikasikan dalam media sosial adalah memberikan konten tips dan tricks yang terkait dengan produk atau servis kamu. Actively posting your products and sending your brand’s awareness to your customers is already an act of service to keep in their top of mind.


5. Receiving Gifts

You could say that hitting the like button is already a part of the ‘receiving gifts’ trope. Namun, menerima hadiah sangatlah berarti sebab kamu meluangkan banyak waktu dan resources untuk benar-benar peduli dan sayang terhadap komunitas kamu. Lagian, siapa sih yang tidak suka diberikan hadiah?


Contoh yang sering dilakukan dalam digital marketing adalah memberikan giveaway, promo diskon, ‘buy 1 get 1’, atau program loyalitas.


Tell us what has been your brand’s favorite love language?


3 views0 comments

Recent Posts

See All